MENANGIS HISTERIS - Feni Anggraini, isteri Kopda Hendrianto menangis histeris sambil memeluk peti jenazah suaminya di aula Makorem 032/Wirabraja di Jalan Sudirman, Padang, Sumatra Barat, Rabu (27/12) pagi. Di hadapannya Danrem Brigjen TNI Rayen Obersyl terus menyabarkannya. (penrem032) "Mama ga kuat, Pa!" teriak Feni Anggraini, isteri Kopda Hendrianto sambil memeluk peti jenazah suaminya di aula Makorem 032/Wirabraja di Jalan Sudirman, Padang, Sumatra Barat, Rabu (27/12) pagi. Dia menangis histeris, sambil terus memanggil suaminya itu. Kemudian, dia berkata lagi. "Pa, Mama akan jadi mama sekaligus Papa untuk anak kita," ucapnya terbata dengan air mata yang terus mengalir. Parau suaranya! Kemudian histeris lagi, menangis sambil terus memanggil-manggil suaminya. Bahkan, dia nyaris pingsan. Beberapa Ibu Persit yang ada di sekitarnya memegangi tubuh perempuan muda itu agar tak jatuh ke lantai. Dua putrinya, Gisel Humairoh Hendriani (8) dan Gauri Salsabila Hendriani...
Kopda Hendrianto Padang - Kopda Hendrianto, prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG dari Batalyon 133 Yudha Sakti, Korem 032/Wirabraja tewas akibat kebrutalan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Senin (25/12). Dia gugur setelah diberondong senjata oleh KKB di Pos Satgas Yonif 133/Yudha Sakti Pos Bousha, Jalan Kampung Bousha Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat Daya. Satu rekannya yang juga jadi korban, Pratu Verengki Iman Setia Gulo kini masih dirawat intensif di sebuah rumah sakit di Sorong, Papua Barat. Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja, Brigjen TNI Rayen Obersyl kepada wartawan dalam konferensi pers bertempat di aula A. Yani Makorem 032/Wbr, Selasa (26/12/2023) mengatakan, aksi penyerangan terhadap Pos Bousha Satgas Yonif 133/YS oleh KKB pada Senin, 25 Desember 2023 pukul 14.00 WIT atau usai ibadah Natal di Gereja Vito Kisor, Jl. Kampung Kisor, Disitrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat. "Kemarin pagi, 25 Desember 2023 ibadah Natal, an...